hit counters
Counter Hits

Connect with Facebook
 
 
 

Inspiration Detail

   •Hebat!!
Posted 27 November 2009, by Ronal
Begini mungkin cara mereka menyambut tamu begitu guman saya dalam hati. Fasilitas hotel terbaik di jepang, fasilitas kendaraan kelas satu dan undangan makan malam di beberapa hotel terbaik di jepang menjadi semua kenangan untuk tiap kunjungan.

Malam ini saya menahan semua keinginan untuk mengclose semua peluang di depan mata. Beberapa hal yang sudah ada ditangan tinggal dibawa ke jakarta dan ditindak lanjutkan oleh seluruh team. Walaupun ada beberapa peluang lain, saya hanya tidak ingin terlihat terlalu bernafsu. tapi bukan itu yang mau saya sampaikan malam ini.

Saya ingin berbagi tentang apa yang saya lihat dan saya kagumi.
Saya terkagum dengan bagaimana mereka menyambut tamu, bagaimana mereka secara perlahan membawa saya ke hal hal yang sifatnya sangat pribadi bagi tradisi orang jepang. Mulai dari pemilihan restoran, jenis makanan sampai tradisi orang jepang ketika habis melakukan transaksi bisnis.

Saya terkagum bagaimana mereka mengantarkan saya sampai naik ke atas mobil, bagaimana mereka menitipkan buah tangan untuk keluarga di indonesia dan bagaimana mereka melepas saya dengan lambaian tulus dan sangat senang.

Sejak pertama menginjakkan kaki di Jepang beberapa bulan lalu, saya sempat bergumam bagaimana mungkin negara dengan harga diri sangat tinggi ini dapat membentuk manusianya sebagai pelayan ? cukup kunjungi beberapa hotel di jepang anda akan merasakan ke hangatan tersebut, kehangatan masyarakatnya, kehangatan para pelayan toko, swalayan, supir taxi, receptionis dan bahkan para manager mereka taruh di garis depan bukan di belakang seperti layaknya manager di indonesia yang lebih suka menerima laporan dan menunggu masalah dari pada mencegahnya (ini menurut saya).

Kemudian saya kagum dengan nasionalisme masyarakatnya. Partner yang sehari hari ber-email ria dengan saya, ber-interaksi saat di jakarta menggunakan bahasa inggris tapi begitu sampai di Jepang hilang semua keahlian tersebut menjadi berbahasa jepang dan tenang mereka akan siapkan penterjemah buat kita, meraka mau repot mengurus hal tersebut, bahkan terkadang mereka membawa penterjemahnya ke indonesia :-),

terkadang saya merenung, kita lebih suka menggunakan bahasa inggris baik dengan teman maupun dengan orang asing, entah sudah menjadi kebiasaan atau tidak, tapi begitulah saya ketika bertemu orang asing selalu berbahasa inggris, aneh bukan seperti nya saya atau mungkin kita semua malu berbahasa indonesia. Saya berjanji nanti setelah tiba di jakarta akan mengunjungi ke Gramedia dan membeli buku Bahasa Indonesia serta akan mempelajari dengan baik karena jujur saat sekolah dan kuliah bagi saya bahasa indonesia itu tidak penting dan ternyata saya SALAH!!!.

Saya ingin bangga menjadi bangsa indonesia dan bangga memiliki bahasanya.


Jepang,
27 November 2009
The Manhattan Hotel Chiba City
| Back |