hit counters
Counter Hits

Connect with Facebook
 
 
 

Inspiration Detail

   •PERANG SIPADANG IX
Posted 10 November 2009, by Webmaster
Implikasi dari insiden tersebut rupanya berdampak baik. Beberapa bulan kemudian seluruh kontraktor mendapat perubahan gaji dan rasionanlisasi jenis pekerjaan, dengan upah yang signifikan. Seluruh kawan-kawan bergembira tapi mereka tidak tahu apa yang ada dibalik semua itu. Hanya selang lima bulan kemudian, beliau meniggal karena kecelakaan pesawat dalam penerbangan Jakarta-Medan. Terima kasih Pak, dan selamat jalan. Now what apakah sampai disini.

Banyak orang tidak mau menginjak pedal gas nasibnya sampai kandas menembus batas tolerance kemampuannya, ada yang takut, ada pula yang dengan senang hati menerima saja apa adanya sambil berkata “Garis tangan ku sudah seperti ini”. Padahal Tuhan memberikan pilihan yang tak terbatas dan waktu yang cukup, tempat dimana fenomena sebab akibat terjadi. Bahkan di salah satu ceramahnya Qurais Sihab mengatakan manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk memilih takdirnya sendiri dalam ruang lingkup yang ditetapkan oleh Tuhan.

Inilah sepatuku tepatku berpijak dalam mengarungi lautan kehidupan ini. Rasionalisasi karyawan kontrak menuai pro dan kontra para karyawan kontrak yang mempunyai skill khusus seperti mechanic, welder, dll terdongkrak gradenya dan naiklah gajinya dan sebaliknya karyawan yang dibesar besarkan gradenya karena koneksi dan sebagainya terjungkal dengan bayaran rendah.

Aku sendiri merasa mendapat durian runtuh karena aku adalah karyawan lokal pertama yang masuk kategory staff dan sebuah fasilitas yang tak pernah diberikan pada karyawan kontrak manapun seperti entitle pula mengunakan facsilitas pesawat perusahaan dari Lhokseumawe ke Medan termasuk juga keluargaku dengan priority empat. Bahkan mengalahkan Karyawan Tetap yang bersatus nonstaff hanya priority lima kalau saya ingin terbang sang karyawan nonstaff harus mndur. Tentu saja tidak pernah kulakukan membuat karyawan tetap tak bisa terbang. Sampai detik ini tak ada yang menanyakan ijazahku.

Hari hariku kujalani dengan berbagai cara dan strategy untuk mengisi otakku yang bodoh ini. Aku mulai hariku selalu dengan “there must be a way to improve this job”. Tersebutlah beberapa nama tempat ku belajar sambil bekerja. AHI anak muda briliant jebolan ITB, YF juga anak ITB dengan Master di NewMexico, AM dan MD jebolan Texas University dan lain lain termasuk beberapa Expatriate. Apa ini apa itu bagaimana caranya mengisi hari hariku. Dengan kemampuan Visual Basic dan Excel ku yang diatas rata dan pemahaman tentang mesin Unix yang lumayan terjadilah semacam bargaining tidak nyata. Aku mampu mensiplify tugas mereka dengan hitungan menit bahkan second sementara mereka melakukan dalam hitungan jam. Kegembiraan bapak bapak itu membuat aku semakin sibuk mengerjakan pekerjaan mereka.

Prinsipku berubah lagi “ Dimana lagi aku dapat di dunia ini bisa belajar dan dibayar pula”. dari berbagai jenis data manipulasi, plotting, transfer dan conversi. Aku mulai tertarik dengan pekerjaan Economic Evaluasi. MD beliau kini bekerja di Chevron G&G Jakarta adalah orang pertama yang mengenalkan ku pada teknik eveluasi ekonomi di dalam Production Sharing Contract yang sedang ramai dibicarakan oleh media kini.
Pekerjaan ini menyita waktu yang tidak sedikit. Pernah aku harus pulang jam empat pagi dan kembali lagi kekantor jam enam pagi, karena terlalu banyak sensitivity yang harus dilakukan untuk Project Lepas Pantai kala itu. Para toke-toke besar keesokan harinya ingin melihat berbagai scenario dan implikasinya sebelum dimajukan ke Pusat untuk persetujuan go or no go project tersebut. Suatu kredit tersendiri juga bagi ku bahwa Project tersebut disetujui dan masih beroperasi sampai hari ini dan menyumbang devisa untuk Negeri ini.

Dengan kesibukanku aku sempat ditanyai istriku”udah gajian belum”?. Holy woly sudah tanggal sepuluh rupanya aku belum mengambil gaji dari PT tempat ku bekerja. Aneh ada orang lupa gajian kata istriku. Kawan kawan sesama kontraktor selalu bertanya kenapa tidak minta jadi pegawai zul?, Emangnya ini perusahaan bapakku. I just do my best, keep learning dan tidak lupa berdoa agar diberikan rezeki yang halal supaya anak anak ku bisa sekolah tinggi and the rest is belong to God.

Kembali pada waktu. Secara definisi, waktu adalah dimensi di mana fenomena sebab dan akibat terjadi. Tidak ada waktu, tidak ada sebab dan akibat.. dan aku diberi waktu kenapa tidak aku maksimalkan. Sebab aku menerima segala bentuk pekerjaan tanpa pamrih akibatnya bos merasa harus melatihku dengan berbagai pemahaman dan merasa aku harus ikut pelatihan tentang Basic Pertoleleum Enginnering yang di adakan di Bandung 1997, Economic Risk analisis di Medan dan menyusul kemudian dengan Project Economic Evaluation June 1998 di Jakarta. Indonesia yang baru saja melakukan reformasi politik dan ekonomi secara bersamaan yang membuat kota jakarta rawan demo, Uni Sovyet hancur karena Glassnot dan Perestoika, Yugoslavia menyusul kemudian. RRT belajar dari kesalahan orang lain dan hanya melakukan reformasi ekonomi. Dan kini sovyet mulai me-rem politik reformnya dan tetap melepas ekonomic reformnya.

Pada saat mengikuti kursus Project Economic Evaluation di Jakarta saya ditelpon dan disuruh pulang dengan menumpang pesawat perusahaan dari Halim langsung ke Lhoksukon. Sesampai di Halim ternyata penumpang pesawat hanya berdua saja, saya dan orang nomor satu di Arun Field. Hampir empat jam terbang dengan pesawat kecil tersebut sepanjang perjalanan saya optimalkan komunikasi dengan sang penguasa tersebut. Pembicaraan hanya seputar pekerjaan saya tentang manfaat kursus yang baru saja saya ikuti. Saya selalu mengarahkan pembicaraan seputar pekerjaan sampai pesawat landing di Lhoksukon.

Keesokan harinya saya ambil cuti selama dua minggu. Hari pertama kembali dari cuti saya ditelpon ole Pak HP orang HRD, ada apa gerangan kembali jantung saya berdebar keras apa lagi ini, apa saya salah ngomong pula dengan toke besar itu dipesawat maklumlah bahasa inggris saya hancur.

Ternyata pak hendrik menyodorkan formulir yang harus diisi oleh seorang calon pegawai regular. Saya berdiri seperti patung tangan seakan kaku tak mampu digerakan jangankan untuk mengisi furmulir mengangkat tangan saja tidak mampu. Formulir di-isi, disitu tercamtum efective tanggal 1 july 1998 saya resmi sebagai karyawan kontrak langsung atau first party kontrak, gaji saya dibayar oleh Perusahaan tidaklagi oleh PT PT lokal. Salah satu keanehan isi kontrak itu adalah saya beserta seluruh keluarga saya berada dalam tanggungan Perusahaan semua fasilitas kesehatan dan benefid lainnya saya tidak berbeda dengan pegawai tetap.

Jakarta, December 2000, Perusahaan temopat saya bekerjabaru saja menyelesaikan process merger dan menjadi perusahaan minyak terbesar dimuka bumi ini. Hari itu pula saya direkrut jadi karyawan penuh. Beberapa teman secara bercanda berkata hansip langsung jadi kapten. Sejak tahun 1991 tidak pernah ada rekrutment pegawai oleh boleh dibilang saya adalah ice breaker pad waktu itu. Sejak saat itu berkali kali saya dapat pelatihan pelatihan keluar negeri.

Hari ini 28 july 2008 jam lima sore saya dipanggil mengehadap bos. “You are transfer to Head Quarter as a Global Company Resourse”. Report to CV. You will be made a lot of travel around the world zul. dst dst… Another “BANG” untuk si padang . Sepanjang Tuhan masih memberikanku waktu, I will do my best….for my self and for the others.

Wassalam
Zulkarnain Kahar
| Back |